Sekapur Sirih

Pada saat ekspansi kekuasaan oleh kerajaan Majapahit ke Bali, ekspedisi Majapahit dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada ditemani oleh Arya Dhamar /Adityawarman beserta adik adiknya yang merupakan kesatria keturunan kediri yang terdiri dari Arya Kenceng, Arya kuta Waringin, Arya Sentong, dan Arya Belog.

Masing-masing kesatria tersebut memimpin pasukannya menyerang dari segala penjuru mata angin. Setelah Bali berhasil ditaklukan oleh Mahapatih Gajah Mada, Arya Damar kembali ke Majapahit, kemudian diangkat sebagai Raja di Palembang. Adik-adik beliau ditempatkan sebagai Raja di masing-masing daerah di Bali seperti Arya Kenceng di Tabanan, Arya Belog di Kaba-kaba dan sebagainya.

Arya Kenceng di Tabanan kemudian melahirkan keturunan dinasti Raja Raja Tabanan. Dalam perjalanan sejarahnya, Arya Kenceng juga berperan dalam mendirikan kerajaan Badung yang dalam masa penjajahan Belanda sangat gigih menentang pemerintahan Hindia Belanda di Bali, sehingga meletus perang yang terkenal dengan perang Puputan Badung. Karena merasakan adanya kedekatan hubungan darah dan tali persaudaraan yang kuat antara Raja Tabanan dan Raja Badung, sehingga dalam perang Puputan Badung tersebut, Raja Tabanan Ida Cokorda Rai Perang tewas muput raga/menusuk diri di daerah Mengwi pada tahun 1906, karena Raja Tabanan Ida Cokorda Rai Perang mendengar bahwa Raja Badung telah wafat dalam perang Puputan Badung dan beliau tidak mau tunduk kepada Belanda dan begitu pula dengan Putra mahkota Raja Tabanan KI Gusti Ngurah Gede Pegeg, juga ikut muput raga/menusuk diri bersama ayah beliau. Begitu besar rasa ikatan persaudaraan dan pertalian darah antara Raja Badung dan Raja Tabanan hingga berakhir dengan bunuh diri sehingga di Puri Agung Tabanan kemudian hanya tersisa 2 dua orang Putri Raja dari permaisuri yakni Sagung Ayu Oka dan Sagung Ayu Putu. Karena Kerajaan Tabanan dianggap memihak Kerajaan Badung dan tidak mau tunduk kepada Pemerintah Hindia Belanda, maka Puri Agung Singasana dan Puri Oka Tabanan (Puri Kanginan) dibumi hanguskan oleh oleh Belanda. Kemudian dalam perlawanan melawan Belanda, seluruh keluarga Puri Oka mengungsi kedaerah Penebel, hingga akhirnya mendirikan kembali Puri Oka Tabanan di Desa Jegu Kecamatan Penebel. Sedangkan Putri Raja masing masing Sagung Ayu Oka kemudian menikah dengan Mr. Kramer seorang Klerk Kontrolir Belanda, dan Sagung Ayu Putu menikah dengan Ki Gusti Ngurah Anom, di Puri Anom Tabanan.

Dalam masa penjajahan Belanda, Pemerintah Hinda Belanda kemudian membentuk suatu daerah otonomi yang dipimpin oleh seorang self bestur. Daerah kekuasaan self bestur ini disesuaikan dengan pembagian kerajaan sebelumnya. Untuk wilayah Tabanan dan Badung self bestur diberi gelar Ida Cokorda, Gianyar Ida Anak Agung dan sebagainya...

Disadur dari berbagai sumber






Wednesday, August 9, 2017

Pilihan Pilkada Jangan Diukur oleh Uang

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan kepada masyarakat yang daerahnya sedang menghadapi Pilkada Serentak tahun 2018. Dia meminta dapat memahami benar bahwa kekuasaan ada di tangan rakyat.
“Rakyat yang sadar harus memahami bahwa rakyatlah yang berdaulat dan berkuasa. Sehingga jangan hutang budi karena dikasih uang. Jangan hutang budi karena dapat sembako. Jangan hutang budi kerena dikasih transport lalu pilih kepala daerah yang telah memberi uang,” kata Zulkifli Hasan saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR pada Musyawarah Kerja (Muker) Kowani Tahun 2017 di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu (9/8).
Menurutnya boleh saja menerima uang dan sembako, namun pemberian yang diterima tidak boleh bersyarat, sehingga pilihan pilkada tetap dilakukan secara jernih dan independen. “Pilihannya harus obyektif, lihat latarbelakang calon kepala daerahnya, pernah terlibat korupsi nggak? Yakin tidak mampu membawa perubahan. Harus dipikir betul,” imbuhnya.
Zulkifli mengatakan dalam memilih pemimpin, masyarakat bisa melihat filosofi ayam dan telur. “Ini seperti telur sama ayam. Karena pemimpin yang jelek, itu hasil pilihan rakyat. Jadi pilihlah yang punya kapasitas, punya kompetensi dan betul-betul mampu mewakili,” ingatnya.

Lebih jauh, Zulkifli mengakui peran perempuan sangat strategis dalam membentuk karakter bangsa serta persatuan dan kesatuan nasional sesuai dengan tujuan dibentuknya Kongres Wanita Indonesia (Kowani). “Kaum perempuan lah yang mampu menjahit (bendera) merah putih yang robek. Kowani sebagai wadah perempuan pejuang menjadi tumpuan harapan perekat bangsa di tengah carut marut kondisi kekinian bangsa Indonesia,” ujarnya.
Peran perempuan yang strategis itu, katanya, mampu menjadi katalisator kondisi kekinian negeri ini. Mulai pembinaan internal rumahtangga, lingkungan sosial, hingga berkiprah menanggulangi perilaku menyimpang bagi generasi muda. Seperti dilibatkan dalam membantu tugas-tugas Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), hingga Pelayanan Pos Terpadu (Posyandu) bidang kesehatan ibu dan anak

Konstitusi Bisa Cegah Munculnya Pemimpin Diktator

Presiden Joko Widodo memastikan memegang teguh konstitusi negara dalam membangun praktik demokrasi yang sehat. Menurut Kepala Negara konstitusi yang melembaga menjadikan adanya perimbangan kekuasaan antarlembaga negara untuk saling mengawasi.
“Merujuk konstitusi kami, tidak ada satu pun institusi yang memiliki kekuasaan yang mutlak, apalagi seperti diktator,” tegas Presiden Joko Widodo saat membuka simposium internasional “Mahkamah Konstitusi sebagai Pengawal Ideologi dan Demokrasi dalam Masyarakat Majemuk” di Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (9/8).
Seorang pemimpin negara yang diktator cenderung memerintah secara otoriter/tirani dan menindas rakyatnya. Presiden Jokowi mengatakan sejatinya konstitusi dapat mencegah munculnya mobokrasi yang memaksakan kehendak atas nama jumlah massa. Dengan menjaga konstitusi yaitu Undang-Undang Dasar 1945 maka terbentuk koridor berdemokrasi.
Kendati demikian, bangsa Indonesia masih memiliki tantangan besar dalam menjalankan konstitusinya. Tantangan itu muncul seiring dengan dunia yang berubah dengan cepat. Banyak hal-hal baru yang muncul dibandingkan dengan dahulu saat konstitusi masing-masing negara disusun. “Tantangan-tantangan baru terus bermunculan seperti radikalisme, terorisme, globalisasi, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, penyelundupan senjata, kejahatan siber, dan banyak lagi,” kata Presiden Jokowi.

Maka dari itu, Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga pengadilan konstitusi memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan tersebut. MK, menurut Presiden menjadi pijar yang menerangi pemahaman sebuah negara. “Mahkamah Konstitusi lah yang menginterpretasikan konstitusi sehingga dapat terus menjadi pegangan dan menjadi muara inspirasi bangsa dan negara dalam menjawab tantangan-tantangan baru,” tegasnya.
Simposium internasional yang dibuka Presiden Joko Widodo itu akan digelar selama dua hari, 9 dan 10 Agustus di Kota Surakarta. Simposium ini menjadi forum bertukar pikiran dan pengalaman bagi negara-negara anggota Association of Asian Constitutional Courts and Equivalent Institutions (AACC) dalam memperkuat nilai-nilai konstitusi, negara hukum, dan prinsip-prinsip demokrasi.

Tuesday, August 8, 2017

Puluhan Ruko Terkena Proyek Underpass Tugu Ngurah Rai

Puluhan bangunan ruko terkena dampak pembangunan jalan underpass di simpang Tugu Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung. Setidaknya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, telah mengantongi 32 sertifikat yang terkena pembebasan lahan.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Badung, Sang Nyoman Oka Permana mengakui, dari hasil pendataan untuk pembebasan lahan ada puluhan sertifikat dikumpulkan. “Saat ini baru 32 sertifikat baru terkumpul dan kebanyakan berupa bangunan ruko,” ujar Oka Permana, Senin (7/8).
Menurutnya, akan ada konsultasi publik setelah total jumlah sertifikat yang terdampak pembebasan lahan terkumpul. “Kami hanya bertugas untuk pembebasan lahan dan untuk pembangunan fisik underpass sepenuhnya dikerjakan oleh BPJN Sebelum tender apraisal, rencananya Minggu ini kami lakukan konsultasi publiknnya,” jelasnya.Diterangkan, setelah konsultasi publik akan dilanjutkan dengan tender apraisal, sehingga proyek yang miliaran rupuah ini dapat direalisasikan. Setelah pembayaran selesai, usai sudah tugas PUPR Badung.
“Fisiknya dikerjakan oleh BPJN. Setelah ada pemenang tender apraisal langsung bisa kerja. Untuk laporan penilaian paling lambat sebulan,” katanya.
Seperti diketahui, pembebasan lahan underpass simpang tugu Ngurah Rai dianggarkan hingga Rp 85 miliar. Anggaran sebesar ini dipasang pada APBD perubahan Badung 2017. Bupati Giri Prasta menyatakan megaproyek ini dipastikan berjalan untuk mendukung pertemuan IMF pada pertengahan 2018 mendatang. Proyek ini diharapkan mampu mengatasi masalah kemacetan

Sunday, August 6, 2017

Sumber Air di Tabanan Hanya Aman Hingga 5 Tahun ke Depan

Sumber air bersih di Tabanan hanya aman hingga lima tahun ke depan. Itu pun jika situasi dan kondisinya seperti saat ini.
Menurut Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Kabupaten Tabanan, IB Marjaya Wirata, Selasa (1/8), setelah periode tersebut, dikhawatirkan akan terjadi kekurangan sumber air. “Untuk periode lima tahun mendatang sumber air bersih di Tabanan masih aman. Untuk terus menjaga keamaannya diperlukan langkah-langkah pemeliharaan baik pemerintah maupun masyarakat. Seperti menggalakkan reboisasi melakukan penanaman pohon maupun langkah lain untuk menjaga sumber air ini agar terus ada,” ujarnya.
Terlebih sumber air PDAM Tabanan kebanyakan adalah mata air. Dari 31 sumber air PDAM, enam diantaranya adalah air permukaan sementara sisanya adalah mata air.
Mengenai cakupan layanan sambungan rumah tangga PDAM sejak dua tahun terakhir, 2015 dan 2016, mengalami penurunan meski jumlahnya mencapai target. Rata-rata target per tahun PDAM Tabanan mematok 1.300 sambungan. “Puncaknya pada tahun 2013 dan 2014 yang melampui target hingga 100 persen atau mencapai 3.000 sambungan rumah tangga,” ujarnya. Adanya penurunan permintaan sambungan ini, dikatakan Marjaya, dipengaruhi turunnya bisnis properti perumahan. Selain melesunya usaha properti, penurunan sambungan rumah tangga ini karena jangkauan layanan PDAM Tabanan sudah mencapai 74 persen atau sudah mencapai 55.523 sambungan.
Besaran pencapaian ini ditambah lagi dengan program Pamsimas (Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat) di Tabanan sudah menyasar lebih dari 90 persen desa yang tidak dapat layanan PDAM karena berbagai kondisi salah satunya geografis yang sulit. “Jangkauan air bersih yang sudah cukup besar di Tabanan tentu diiringi dengan semakin berkurangnya permintaan sambungan,” ujar Marjaya

Ini Tiga Manfaat Membaca

Tak semua orang suka membaca. Padahal, kebiasaan membaca bisa menjadi salah satu cara membuat otak beraktivitas sehingga semakin berkembang.
Tak hanya itu, ini 3 manfaat membaca yang akan dirasakan bagi orang yang rutin membaca selama beberapa menit setiap harinya :

1. Memahami orang lain
“Jika Anda membaca buku mengenai genetik, Anda akan belajar mengenai gen. Namun jika Anda membaca fiksi, Anda dapat mempelajari orang lain dan dirimu sendiri,” ucap Keith Oatley, PhD, professor emeritus psikologi kognitif di University of Toronto, novelis dan penulis Such Stuff as Dreams: The Psychology of Fiction.

2. Memberi kegembiraan
Penelitian sebelumnya mengatakan, pengalaman hidup memberikan kebahagiaan lebih dibandingkan materi. Namun menurut laman Prevention, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Journal of Comsumer Psychology menunjukkan, produk yang berisi kisah pengalaman hidup, seperti buku juga dapat memberikan kebahagiaan penuh.


3. Hilangkan stres
Peneliti dari Universitas Sussex mengungkapkan, membaca menghilangkan stres lebih baik dibandingkan mendengarkan musik atau menikmati teh yang hanya mampu menghilangkan stres sebanyak 68 persen

Radikalisme, Wabah Penyakit yang Gerogoti Sendi-sendi Pancasila

Paham sila pertama pancasila kini mulai dirongrong oleh paham radikalisme. Upaya ingin menyeragamkan ini kemajumakan ini terus dilakukan oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan agama.
Keinginan merubah paham pancasila, yakni berbeda-beda tetap satu jua harus segera diobati, sehingga kesatuan NKRI tetap terjaga. Hal itu terungkap dalam diskusi budaya serangkaian HUT ke-69 Bali Post. Kegiatan yang bekerjasam dengan Institute Seni Indonesia (ISI) Denpasar, diselenggarakan di auditorium setempat, Jumat (4/8).
Diskusi budaya yang mengambil tema “Memaknai Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Membangkitkan Nasionalisme” dihadiri sejumlah pakar budaya, seperti Rektor ISI Denpasar Prof. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum., Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Ketut Widnya, IB Yudha Triguna dari UNHI, AA Agung Suryawan dari Paikertan Krama Bali, dan praktisi lainnya.
Prof. Ketut Widnya, mengatakan paham radikalisme seperti wabah penyakit yang telah menyebar keseluruh sendi-sendi negara. Bahkan, berdasarkan data yang ada paham radikalisme telah merasuki di 19 provinsi di Indonesia. “Kita di Indonesia sangat marah dengan paham tersebut. Istilahnya radikalisme semacam penyakit yang sudah menyebar dan sulit diatasi, bahkan sudah menjalar ke lembaga resmi,” ungkapnya.  Menurutnya, manusia tidak ada yang berkeinginan dilahirkan di Bali, Lombok, Jawa. Sebab, kelahiran itu adalah takdir yang tidak dapat ditolak. “Kita tidak ingin dilahirkan di Bali, Jawa, Lombok, tapi ini sudah takdir tidak bisa kita lawan, tapi ada upaya melawan takdir dengan ingin melakukan penyeragaman, paham ini yang harus kita lawan,” tegasnya.
Dia berharap, melalui diskusi kebudayaan tersebut memberikan solusi bagaimana menjaga keberagaman dalam satu bingkai, yakni pancasila. “Mudah-mudahan lewat dikusi ini ada solusi bagaimana menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya lagi.
Gede Arya Sugiartha, menyebutkan upaya memperkuat nasionalisme atau rasa kebangsaan, dapat dilakukan dengan memunculkan sifat-sifat positif manusia Indonesia. Salah satu caranya adalah membangkitkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam dalam budaya. “Membangun budaya berarti membangun karakter manusia agar bertingkah laku baik dalam tatanan kehidupan bersama,” katanya.
Hal itu dikarenakan kebudayaan merupakan sistem kognitif yang dipergunakan untuk mengatur tingkah laku. “Bangsa Indonesia telah lama terjerumus dalam cara berpikir logosentris yang hanya menganggap ilmu dan pengetahuan sebagai tulang punggung pembangunan semesta,” pungkasnya

Sanur Village Festival 2017 Manjakan Wisatawan dengan 27 Agenda Kegiatan


Bicara Kesenian lokal di Bali memang tergolong unik, ibarat tombol sirine, saat dibunyikan, maka para wisatawan akan berdatangan ke Bali. Daya magnetnya kesenian Bali memang luar biasa, jadi tak salah bila setiap daerah di Bali mengemasnya menjadi even yang bertujuan mendatangkan wisatawan, salah satunya Sanur Village Festival (SVF) 2017.
Perhelatan SVF 2017 ini akan diselenggarakan di Pantai Sanur, tepatnya di Maisonette Area Inna Grand Bali Beach Bali, 9-13 Agustus 2017. Semua  program dikemas dalam nuansa Indonesia. Festival yang sudah berlangsung kedua belas kalinya ini merangkul berbagai komponen masyarakat untuk merayakan keberagaman warga.
“Membumikan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan ini sangat tepat dan sesuai dengan tema yang diusung yaitu “The New Spirit of Heritage,” kata Ida Bagus Gede Sidharta, Ketua Panitia Sanur Village Festival.
Sidharta sendiri menjelaskan, SVF 2017 ini akan ada 27 agenda kegiatan yang bisa dinikmati wisatawan yang datang ke Sanur. ke-27 kegiatan itu adalah Environment Activities, Bersih bersih Pantai, Coral plantation, Pelepasan Tukik (Bayi Penyu) ke laut, Extinction plantation dan Festival Exhibition.
Selain itu, juga ada Sanur Kreatif Expo, Cultural, Music and Art performances, Horticulture, Culinary, Food Festival, Food Heritage, Painting, Painting on the spot, Body Painting, Lomba Fotografi, Ekshibisi Foto, Fotografi, Aktifitas Olahraga, Festival Layang Layang, Fun Games, Fun Run, Turnamen Golf, Jukung Race, Turnamen Mancing, Kids Zone dan Village Cycling Tour.
“Pestanya memang tanggal 9-13 Agustus, tapi Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan Sanur International Kite Festival, lomba layang layang tingkat internasional, saat ini sudah mendaftar 23 negara. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 3-6 Agustus 2017,” lanjutnya.
Juga ada Pameran foto di Griya Santrian Resort dan Villa, Jalan Danau Tamblingan, No 47, Denpasar, Bali yang Bertajuk “Bhinneka Tunggal Ika” itu merupakan hasil bidikan para fotografer Bali yang telah melalui tahap seleksi dan dipilih 34 foto untuk dipamerkan dan berlangsung mulai tanggal 4-19 Agustus 2017. Rangkaian SVF 2017 ini akan ditutup dengan kegiatan sport tourism Bali International Triathlon 2017, yang akan berlangsung pada 15 Oktober 2017. Event perlombaan yang menggabungkan tiga cabang olahraga atletik yakni renang, lari, dan sepeda tingkat internasional akan digelar di Pantai Mertasari, Sanur, Badung, Bali.
Acara ini telah meraih berbagai penghargan termasuk “Best Destination Triathlon” dan menarik minat lebih dari 1.000 peserta dari 30 negara serta lebih dari 500 pelari lokal asal Indonesia.
Pantai sanur adalah satu di antara sepuluh tempat paling populer di Asia versi TripAdvisor, airnya lebih tenang dibandingkan Pantai Kuta dan memiliki 8 titik pantai yang hampir semuanya berpasir putih. Beberapa pantai itu di antaranya adalah Pantai Segara Ayu, Pantai Sindhu, dan Pantai Mertasari.
Bagi Menpar Arief Yahya, Sanur adalah contoh pengembangan Pariwisata dengan community based, dan sangat sukses. Salah satunya pengelolaan Pasar Sanur yang pernah dia kunjungi.
Ini bisa dicontoh oleh daerah lain dalam menggembangkan destinasi pariwisata dengan model serupa. Kondisi pasarnya juga bagus, tidak ada kesan kumuh, tapi lebih friendly. “Dan melayani pemesanan by online,” kata Arief Yahya, yang dua tahun lalu juga berkunjung ke pasar itu.
Letak Pantai Matahari Terbit ini berjarak 17 km dari Airport Ngurah Rai. Di sini, selain menikmati matahari terbit, wisatawan bisa menikmati matahari terbenam. Di areal tempat wisata juga banyak tersedia banyak penginapan, baik berupa hotel, resort, villa maupun bungalow.
Selain itu, di daerah Sanur Bali banyak terdapat art shop, money changer, mini market, bar, cafe, restoran sebagai penunjang sarana pariwisata. Transportasinya? ada tersedia taxi meter tapi juga bisa dengan kendaraan sendiri seperti mobil atau sepeda motor. Banyak sekali tersedia penyedia jasa sewa motor dan rental mobil di Sanur.
“Nah, Ingin ikut dan nimmati kemeriahan festival ini? Segera kunjungi ke Sanur, Bali dan nikmati akhir pekan dengan beragam kegiatan dan atraksi seru dalam Sanur Village Festival 2017,” promosi Menpar Arief Yahya

Friday, August 4, 2017

Memohon Keadilan dan Kesejahteraan di Pura Luhur Pucak Petali

PURA Luhur Pucak Petali berlokasi di Desa Pekraman Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan. Pura ini dipercaya sebagai tempat untuk memohon keadilan atau tuntunan untuk bisa berbuat adil bagi umat Hindu serta untuk memohon kesejahteraan. Piodalan Pura Khayangan  Jagat ini jatuh pada Buda Kliwon Ugu dan biasanya akan nyejer kurang lebih selama tiga hari yaitu hingga hari Sabtu.
Karena tempat memohon keadilan, biasanya menjelang ajang Pilkada atau Pileg maka Pura ini akan ramai didatangi oleh para Caleg maupun Calon Pimpinan Daerah yang ada di wilayah Bali. Jero Mangku Pura Luhur Pucak Petali, I Wayan Mundra menerangkan bahwa nama Pura Luhur Pucak Petali berasal dari kata ‘Butali’ yang artinya Bumi dan Tali sehingga jika digabungkan berarti pengikat jagat atau pengerajeg jagat, namun sayang hingga saat ini belum ditemukan babad atau purana yang menjelaskan mengenai keberadaan Pura ini.
Pura Luhur Pucak Petali masuk situs bersejarah berupa Punden Berundak karena dulunya kawasan ini merupakan gundukan batu. Memasuki pura ini kita akan disambut dengan areal Penataran Bale Agung yang terdiri dari Pelinggih Pokok, Bale Pegat, Bale Kulkul, Bale Gong Empat, Bale Dawa Linggih Tapakan Ida Betara dan Jineng. Setelah itu maka kita selanjutnya memasuki areal Pelinggih Ratu Nyoman dan Ratu Wayan yang terdiri dari Piasan Madu Kekalih, Apit Lawang, Pelinggih Gedong, Pelinggih Madya (Pelinggih Ratu Nyoman dan Ratu Wayan), Gedong Pengabih yang ada dikedua sisi Pelinggih Madya, Piasan Pokok Ratu Nyoman dan Ratu Wayan, Bale Pesamuan dan Bale Panitia. “Jadi sebelum kita menghaturkan persembahyangan di areal Utama Mandala maka terlebih dahulu harus memohon ijin di hadapan Pelinggih Ida Ratu Nyoman dan Ratu Wayan,” lanjutnya.
Memasuki Utama Mandala kita akan menemui Bale Linggih disebelah timur, kemudian Meru Pesimpangan Tamblingan, Gedong Krinan, Gedong Simpen, Pelinggih Pokok (Pelinggih Utama), Pesimpangan Taksu Agung, Piasan Alit, Bale Pesamuan, Piasan Ageng, lalu di belakang Pelinggih Utama juga terdapat sebuah Beji Pengit dan Pelinggih Bambang serta Pesraman Puri dan Mangku, Dapur Suci dan bangunan lainnya di sisi sebelah barat Pura.
Pura ini sempat menjalani renovasi yaitu pada tahun 1970 an dan tahun 1997. Pada renovasi ke dua ini hampir semua pelinggih yang terbuat dari kayu diganti. ‘’Karena pelinggih yang dari kayu rusak jadi pada renovasi tahap dua tahun 1997 semuanya diganti,’’ ujar Mangku Mundra

Masyarakat Jatiluwih Tengah Kembangkan Kopi Lokal ‘Celepuk’

Desa Jatiluwih yang berlokasi di kecamatan Penebel, Tabanan selama ini terkenal sebagai daerah pariwisata dengan keindahan sawah terasiringnya. Ternyata, Jatiluwih juga memiliki potensi lain pendukung pariwisata. Tidak hanya beras merah, kali ini yang tengah digarap yakni kopi lokal turun temurun yang diberi nama kopi ‘Celepuk’.
“Sengaja kita pilih nama yang mudah diingat, karena kebiasaan warga disini sehari bisa minum kopi tiga kali, dan hasilnya mata kuat terjaga sampai pagi,” kata Perbekel Jatiluwih I Nengah Kartika, belum lama ini.
Menariknya lagi, kopi Clepuk ini dibuat dengan campuran beras merah yang menambah cita rasa kopi semakin kental dan nikmat. Sayangnya, untuk pemasaran kopi lokal ini belum bisa menembus daerah luar karena belum diolah dan dikemas secara maksimal. Bahkan untuk lahan kopi juga masih tersebar di tegalan milik warga masing-masing. Minimal satu kepala keluarga memiliki lahan seluas 50 are. Sayangnya, pemasaran selama ini masih belum maksimal, dan para tengkulak yang mencari di masing-masing rumah.
“untuk kemasan sedang kita rancang tahun ini, bahkan kami sudah lakukan pendekatan dengan perusahaan daerah darma santika, harapan kami kedepan kopi lokal Clepuk ini bisa dikembangkan lewat Bumdes sehingga menambah deretan jenis kopi pilihan bagi para pecinta kopi,” ucapnya. Jika sudah benar benar diolah dan dikemas dengan baik, kopi lokal clepuk ini tentu saja bisa menjadi ciri khas pendukung daya tarik wisata di WBD Jatiluwih, dan bisa diserap oleh restauran, penginapan dan kafe diwilayah desa.
Tidak hanya berupaya mengembangkan kopi lokal, potensi lain yang tengah dikembangkan yakni komoditi jeruk kintamani. Pasalnya, tekstur tanah dan suhu di Jatiluwih sangat cocok untuk pengembangan jeruk Kintamani. Bahkan sejumlah hasil produksi sudah diserap oleh kalangan pengusaha baik pemilik restoran, penginapan dan kafe di wilayah WBD Jatiluwih. Termasuk pula untuk keperluan piodalan. “Saat ini baru ada lahan seluas kurang lebih 2 hektar dengan tiga orang petani. Hasilnya, cukup berhasil dan banyak masyarakat yang ingin membudidayakannya,”pungkasnya.
Untuk diketahui, desa Jatiluwih memiliki 800 kepala keluarga yang notabene sebagian besar bergerak di sektor pertanian. Dimana Jatiluwih memiliki areal lahan pertanian sekitar 303 hektar, lahan kebun seluas 597 hektar dan tempat pemukiman sesuai potensi desa dengan luas 24 hektar, selebihnya hutan lindung

Testimoni Wisatawan, Banyak Sampaikan Soal Kemacetan di Ubud


Infrastruktur yang kurang mendukung hingga kroditnya lalu lintas di seputaran Ubud, menjadi permasalahan yang tak kunjung tuntas. Kondisi ini pun terus menjadi keluhan wisatawan, hingga mereka berpaling ke objek wisata lain. Sementara Central Parkir Desa Pakraman Padangtegal yang diharapkan menjadi solusi, baru bisa beroperasi September mendatang.
Ketua UHSA (Ubud Home Stay Asosiasi), Ida Bagus Wiryawan, Minggu (30/7) mengaku banyak menerima keluhan wisatawan yang berkunjung ke Ubud, dengan satu persoalan yakni kemacetan. “Sudah banyak wisatawan menulis testimoni yang mengeluhkan tentang kemacetan di Ubud,“ ucapnya.
Diungkapkan banyak wisatawan yang bertanya-tanya, sejak kapan Ubud krodit seperti sekarang, dengan lalu lintas macet dari segala arah. Infrastruktur pun banyak dikeluhankan wisatawan, seperti minimnya fasilitas untuk pejalan kaki. “Ruas trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki malam digunakan untuk parkir, ketidak nyamanan ini diperparah dengan beberapa pihak menawarkan jasa (transportasi-red) dengan kesan mengejar dan memaksa, “ bebernya.
Akibat berbagai keluhan itu, dalam sebulan terakhir beberapa tamu yang menginap memilih untuk cek out lebih awal, karena frustasi dengan keadaan di Ubud. “ Banyak tamu yang frustasi, memilih tempat lain yang lebih sepi seperti Kintamani atau Lovina, “ bebernya.
Pria akrab sapaan Gus De Wiryawan ini menilai persoalan tersebut sudah amat mendesak untuk dituntaskan. Ia pun mengajak semua pihak untuk serius menangani kondisi di Ubud. ” Perlu dipahami bersama Ubud dalam keadaan darurat macet, ini lampu merah untuk pariwisata kita, “ tegasnya.
Sementara Bendesa Pakraman Padangtegal, Ubud Made Gandra membenarkan tingginya kegerahan wisatawan terhadap lalu lintas di Ubud. Dikatakan salah satunya penyebabnya ialah pengusaha di seputaran Ubud itu sendiri, yang membiarkan pemilik hingga karyawan memarkir kendaraan sembarangan di sempadan jalan. “ Makanya nanti kami dorong semua pengusaha ini untuk parkir ke Central Parkir yang sudah disiapkan, “ ucapnya.

Presiden Minta Jajaran Menteri Terkait Tindaklanjuti Persoalan Umat Hindu

Presiden Joko Widodo menerima Dharma Adyaksa, Sabha Welaka serta Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/8). Pertemuan diadakan untuk mengetahui segala persoalan yang dihadapi umat Hindu di Indonesia.
Presiden Jokowi mengatakan mendengar dan mencatat poin-poin yang disampaikan oleh Dharma Adyaksa maupun Ketua Pengurus Harian PHDI baik terkait dengan masalah kebangsaan, persoalan yang sedang dihadapi oleh umat Hindu. Untuk itu, Kepala Negara meminta Menteri Agama dan Kementerian terkait menindaklanjuti permasalahan umat Hindu yang disampaikan oleh PHDI.
Presiden didampingi oleh Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan dan AAGN Ari Dwipayana, Staf Khusus Presiden RI.
Ada beberapa hal yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan itu Pertama, Presiden menyampaikan terima kasih kepada PHDI dan Umat Hindu yang membantu pemerintah dalam menjalankan tugas tugas dharma negara.
Kedua, pemerintah kembali melakukan pembinaan ideologi Pancasila dengan membentuk UKP-PIP. “Pembinaan dilakukan tidak dengan cara-cara indoktrinasi, tapi menekankan partisipasi, persuasi dengan metode kekinian. Presiden menekankan pembinaan ideologi Pancasila pada generasi muda dalam kurikulum sekolah dasar, sekolah menengah sampai perguruan tinggi,” kata Presiden Jokowi.
Ketiga, Presiden juga menyinggung lahirnya Perppu no 2 tahun 2017 yang bertujuan untuk keamanan negara, survival negara ke depan. Upaya untuk mengganti Pancasila dan NKRI tdk bisa dibiarkan.
Bagi Presiden, sikap tegas harus diambil karena menyangkut ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI. Bahkan Presiden mengatakan sikap tegas ini ditunggu tunggu rakyat dan Presiden dalam mengambil sikap tegas ini menyatakan tidak peduli apabila kebijakan yang diambilnya itu berdampak pada popularitasnya

Permasalahan kemacetan di Bali

Mengatasi permasalahan kemacetan di Bali, salah satu solusinya adalah mengoptimalkan angkutan massal. Guna meningkatkan fasilitas tersebut serta bisa memberi pelayanan yang baik dan menarik minat masyarakat, keberadaan angkutan massal ini perlu disubsidi.
Permasalahan transportasi dan kemacetan yang kian parah di Bali saat ini memerlukan penanganan yang serius. Dalam menanganinya, diperlukan penyelesaian yang holistik dan komprehensif.
Harus ada perencanaan yang terintegrasi yang tidak hanya memikirkan jangka pendek saja, namun juga jangka panjang untuk ke depannya. Selain itu, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah keberadaan angkutan massal yang kini sangat kurang diminati masyarakat. Guna meningkatkan animo masyarakat memanfaatkan transportasi umum ini serta bisa memberi pelayanan yang baik, ia menilai perlu ada subsidi. Dalam mengatasi permasalahan transportasi juga memerlukan sinergi pemerintah di kabupaten/kota bersama pemerintah provinsi. Perencanaan-perencanaan seperti pembuatan jalan shortcut, jalan tol, dan yang lainnya harus direncanakan dengan matang dan tidak hanya menjadi sebatas wacana.

Thursday, December 12, 2013


Turunnya Kunjungan Wisatawan Australia bukan Pengaruh Ketegangan Diplomatik
 
Denpasar (Bisnis Bali) - Wisatawan asal Australia yang datang ke Bali periode Januari - November 2013 turun sebanyak 10 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2012. Ketua Komite Australia DPD Asita Bali, Krisna Teja, Rabu (11/12) mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan Australia ke Bali bukan disebabkan karena ketegangan diplomatik Indonesia-Australia pasca-diterpa isu penyadapan yang berujung pada travel advisory .
Ia mengungkapkan, komite Australia belum melihat adanya pengaruh akibat memanasnya hubungan RI dan Australia dan dikeluarkannya travel advisory oleh pemerintah Australia. Meski adanya peringatan tersebut, tidak menyurutkan minat warga Australia berlibur menikmati keindahan pantai dan alam Pulau Bali.
Ia menjelaskan, adanya pernyataan dari Kapolri yang akan melindungi semua orang termasuk semua wisatawan yang berlibur ke Indonesia, tentu akan membuat wisatawan Australia tentu akan tetap merasa aman untuk berwisata ke Pulau Bali.
Ia melihat penurunan kunjungan wisatawan dari Australia ke Bali lebih disebabkan karena isu penyadapan itu terjadi bertepatan saat Bali memasuki periode low season . Masa low season kunjungan wisatawan Australia yaitu bulan Oktober-Maret.
Ia mengatakan, ini ditambah lagi beberapa bulan yang lalu mata uang Australia sempat menguat dibandingkan dolar AS. Ini merupakan keuntungan bagi warga Australia menikmati perbedaan kurs tersebut dan mempergunakan kesempatan tersebut untuk berpergian ke Vietnam, Thailand bahkan ke Eropa dan Amerika.
Krisna Teja menambahkan, pelaku pariwisata di Pasar Australia di Bali tetap optimis bahwa wisatawan Australia akan tetap datang ke Bali dan akan menduduki posisi pertama saat memasuki periode high season April – September 2014. "Karena Bali sudah seperti rumah kedua bagi para pelancong asal Australia," katanya. *kup

Tuesday, December 3, 2013


 Jalur hijau di Tabanan akan dikurangi ??

Tabanan, DenPost         Rapat Pansus VII DPRD Tabanan, Kamis (22/8) kemarin, salah satunya membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Jalur Hijau, yang beberapa waktu lalu diajukan eksekutif. Dalam rapat tersebut terungkap bahwa lebih dari empat kilometer jalur hijau di Tabanan akan dikurangi. Saat pembahasan jalur hijau sempat menyita perhatian anggota Pansus. Sebab, dalam draf rancangan eksekutif sebagai revisi Perda No. 11 Tahun 2002, terungkap jika ribuan meter jalur hijau di Tabanan akan dikurangi alias dihapuskan.
         I Wayan Wirawan, misalnya, tidak ingin ranperda tersebut akan tumpang tindih dengan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang menjelaskan paling sedikit 30 persen ruang terbuka hijau, 10 persen di antaranya ruang hijau pribadi, dan selebihnya ruang hijau publik. “Yang jadi pertanyaan, mengapa justru pada ranperda yang diajukan eksekutif itu jalur hijau dikurangi, bahkan ada yang akan dihapuskan,” tandasnya.
          Anggota Pansus I Gede Artawan juga menyayangkan ranperda tersebut. “Apa jadinya Tabanan ke depan. Tabanan yang dijuluki lumbung beras bisa berubah menjadi lumbung beton,” tukasnya, seraya menyebut adanya ketidakberesan dalam persoalan ini, sekaligus mencurgai adanya pesanan investor yang ingin membabat jalur hijau di Tabanan.
          Menurutnya, jika ranperda tersebut sampai diloloskan, maka dikhawatirkan akan menimbulkan polemik di masyarakat yang menolak penghapusan jalur hijau. “Berapa petani yang akan dirugikan karena tanahnya dibeli investor. Petani justru akan jadi pendatang di tanahnya sendiri,” tukas De Bole, panggilan akrab Artawan.
         Sementara Ketua Pansus VII DPRD Tabanan, Agus Putu Ekananda Arsajaya dan Sekretaris I Wayan Tamba, yang memimpin rapat tidak mendapatkan titik temu. Mereka menyepakati ranperda soal jalur hijau akan dibahas lebih mendalam pada rapat kerja dengan eksekutif, Jumat (23/8) ini. “Kita akan pertanyakan penghapusan ini dengan eksekutif dalam rapat kerja. Kalau perlu akan kita bawa untuk konsultasi ke kementerian,” tegas Ekananda. (121)

 

Monday, December 2, 2013

Bergaya dengan Kebaya

BANYAK faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan warna kebaya. Salah satunya adalah waktu. Terutama untuk kebaya pengantin, masalah waktu ini sangat berpengaruh. Bila pesta yang diadakan pagi atau siang, sebaiknya anda menggunakan warna-warna soft seperti off white atau broken white, kuning gading, beige, warna-warna pastel, atau dusty.

Tema acara juga menentukan pemilihan warna. Untuk akad nikah atau pemberkatan, umumnya orang Indonesia memilih warna putih karena melambangkan kesucian. Meski demikian, dengan putih sebagai patokan, sebenarnya Anda masih bisa memilih silver, baby pink, bahkan abu-abu yang sangat muda.

Faktor penting lain yang memengaruhi pemilihan warna adalah warna kulit. Anda yang memiliki kulit lebih terang tentu saja lebih beruntung karena memiliki pilihan yang lebih beragam. Dibandingkan mereka yang berkulit gelap atau kecokelatan, yang mana merupakan warna kulit kebanyakan wanita Indonesia. Meskipun, menurut Marga Alam, salah satu perancang kebaya, ''Untuk mereka yang berkulit sangat gelap, sebenarnya belum tentu tidak pantas memakai warna menyolok, terkadang kulit gelap justru terlihat cantik bila memakai warna yang lebih bright.''

Namun kebanyakan wanita berkulit cokelat, memang cenderung memilih warna aman, seperti warna kulit, warna-warna pastel, merah muda, peach. Warna-warna dusty seperti dusty pink juga kerap menjadi pilihan, seperti dikatakan Riny Suwardy yang juga perancang kebaya, ''Warna dusty bisa menjadi pilihan untuk mereka yang berkulit gelap, karena cenderung memberi kesan bersih. Atau warna abu-abu dengan campuran payet akan terlihat lebih terang di kulit yang gelap.''

Hingga saat ini, kebaya dengan warna keemasan masih menjadi favorit, baik itu murni keemasan atau dipadukan dengan warna-warna lain. Mengapa? Selain pantas dikenakan oleh setiap orang dengan warna kulit apa pun, warna emas juga melambangkan sesuatu yang anggun, elegan, aristokrat dan mahal. Kesan yang hendak dihadirkan oleh kebanyakan pengantin wanita. Oleh sebab itu, tak heran bila kebaya dengan nuansa keemasan sering menjadi pilihan.

Bentuk Tubuh

Banyak sekali hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kebaya bila menyangkut bentuk badan. Pemilihan bahan mulai dari jenis dan motif, warna, model kebaya, cutting termasuk bustier. Untuk yang bertubuh langsing biasanya tidak ada masalah, Anda memiliki kebebasan memilih bahan, model, bahkan warna, kecuali Anda tidak percaya diri menggunakan warna-warna tertentu. Masalah timbul pada Anda yang memiliki tubuh besar. Mulai dari pemilihan bahan pun harus lebih hati-hati, seperti disebutkan di atas, hindari organdi. Selain itu juga hindari bahan polos yang tembus pandang, hanya akan menampakkan kelebihan lemak di tubuh Anda. Pilihlah bahan bermotif, karena dengan begitu, perancang akan mudah menutupi lemak dengan motif tersebut.

Bustier memegang peranan penting dalam pembuatan kebaya, terutama pada bagian dada, pinggang, dan panggul pertama. Setiap perancang akan memusatkan perhatiannya pada bustier terlebih dulu untuk mendapatkan siluet yang sempurna, setelah itu kebaya akan mengikuti bustier.

Pada saat pembuatan bustier, koreksi terhadap bentuk badan akan dilakukan. Mereka yang memiliki payudara kecil akan diangkat dan diisi agar terlihat lebih besar. Untuk yang siluet badannya cenderung lurus, bagian dada dibuat lebih besar, bagian pinggang dibuat yang benar-benar pas, sehingga akan terlihat langsing. Tak hanya itu, besar payudara yang tidak sama persis pada setiap wanita pun dikoreksi, bagian mana yang lebih kecil akan diisi sehingga terlihat sama besar. Akan tetapi, pemakaian bustier umumnya hanya untuk kebaya formal di mana waktu pemakaiannya hanya beberapa jam. Untuk para ibu yang mengenakan kebaya hampir sehari penuh, biasanya tidak bersedia mengenakan bustier karena akan merasa tidak nyaman. Oleh karena itu sering diganti dengan longtorso yang jauh lebih elastis.

Tips

Tidak semua wanita mempunyai bentuk tubuh proporsional. Bila Anda datang kepada perancang kebaya yang sudah cukup berpengalaman, mereka akan mempelajari di mana kekurangan Anda dan menutupinya dengan berbagai cara sehingga akan terlihat sempurna. Namun, ada baiknya Anda membekali diri dengan sedikit ilmu sebelum memutuskan untuk menjahitkan kebaya. Salah satunya adalah bila Anda merasa memiliki kelebihan lemak di berbagai tempat, pilihlah warna dan model kebaya yang aman. Jangan sudah gemuk, lalu memilih bahan tile yang polos untuk bagian tangan. Hasilnya lengan Anda yang besar pun akan lebih terlihat. Lace dengan motif konvensional merupakan pilihan bahan paling tepat, karena dapat menyamarkan lemak. Bila merasa risi karena bahan lace biasanya bolong-bolong, gunakan furing dari bahan sifon tipis dengan warna yang senada.

* Ni Putu Diah Kartini
Maraknya Cari Rezeki Tanpa Kemanusiaan
Nehetarthan prasanggena na iwiruddhena karmana, na widyamaneswathesu nartyamapi yatastalah (Manawa Dharmasastra IV.15)

Maksudnya: walaupun dia itu kaya atau miskin sekalipun, janganlah hendaknya ia mencari kekayaan dengan jalan kotor yang dihindari orang-orang. Tidak pula melakukan usaha-usaha terlarang, tidak pula ia menerima pemberian dari orang sembarangan.

SEMAKIN maraknya beredar barang dan jasa yang tidak sesuai dengan norma agama, norma susila dan hukum sungguh sangat memprihatinkan. Sudah sering diberitakan di media adanya beredar makanan yang mengandung zat kimia berbahaya. Ada juga beredar obat-obatan palsu. Ada barang yang isinya tidak sesuai dengan apa yang tercantum dalam label. Masih adanya sementara pelayanan kesehatan yang tidak berperikemanusiaan. Pelayanan baru diberikan maksimal kalau ada uang atau ada hubungan akrab karena teman atau keluarga dekat atau karena keluarga dari orang gede. Ada birokrasi pemerintahan yang bertele-tele terkesan kurang memberikan jasa pelayanan pada masyarakat dengan tulus sesuai dengan tugasnya. Keruwetan itu seperti diupayakan untuk mencari uang tambahan. Kalau sudah mengeluarkan sejumlah dana segalanya bisa lancar. Layanan angkutan umum masih ada juga yang belum memberikan pelayanan yang semestinya. Hal itu terjadi karena ada yang menggunakan oleh para calo dan preman tertentu untuk mencari rezeki dengan tidak mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan. Hal seperti itu semetinya tidak perlu ada dalam bidang pelayanan umum. Kalau aparat mampu menegakkan ketertiban umum, hal seperti itu tidak akan terjadi. Terminal angkutan umum banyak dikuasai calo, bahkan kadang ada semacam preman.

Berbagai fasilitas umum masih banyak yang belum mampu memberikan suatu layanan yang layak dan wajar. Ketidaklayakannya itu karena saat pengadaannya dipermainkan oleh mereka yang menjadikanya sebagai media untuk mencari rezeki tambahan yang tidak sah. Masih banyaknya orang yang mencari rezeki dengan cara-cara yang tidak berperikemanusiaan. Banyaknya orang mencari rezeki dengan cara apariklesa artha dan anyayaya artha yaitu mencari uang dengan cara penggelapan dan dengan cara kekerasan. Hal inilah yang disebut kasmala artha atau uang ternoda dalam Sarasamuscaya 263 yang akan menimbulkan rusaknya vibrasi rohani masyarakat. Vibrasi yang kotor itu memimbulkan pengaruh buruk pada psikologi sosial.

Upaya-upaya meningkatkan pelayanan keberadaan barang dan jasa memang sudah dilakukan oleh berbagai pihak terutama dari pemerintah namun masih saja adanya barang dan jasa yang beredar tidak sesuai dengan normanya. Hal itu terjadi karena semakin maraknya orang mencari rezeki dengan melanggar kemanusiaan.

Untuk menyelenggarakan hidup ini setiap orang membutuhkan adanya penghasilan. Menurut tuntunan Sloka Manawa Dharmasastra yang dikutip di atas dapatkanlah penghasilan itu dengan cara berusaha yang baik dan benar sesuai dengan swadharma masing-masing. Jangan menerima pemberian dari orang yang sembarangan. Di dunia ini ada dua jenis penghasilan. Ada yang disebut subha artha yaitu hasil yang didapatkan dari usaha yang berdasarkan dharma. Ada juga yang disebut kasmala artha yaitu penghasilan yang ternoda karena didapatkan dari cara adharma seperti yang dinyatakan dalam Sarasamuscaya 263 di atas. Yang paling tidak berperikemanusiaan adalah uang rakyat yang sudah susah payah terkumpul dalam APBN dan APBD dikorupsi oleh oknum yang punya kewajiban untuk menggunakan uang tersebut untuk mensejahterakan rakyat secara adil.

Memperhatikan hal-hal tersebut perlu dikembanggkan pendidikan nilai-nilai kemanusiaan secara sungguh-sungguh lewat jalur pendidikan nonformal dan informal. Karena yang melakukan pekerjaan cari uang dengan melanggar kemanusiaan itu umumnya orang-orang yang sudah selesai dalam proses menempuh pendidikan formal. Ada pengusaha yang memproduksi makanan yang mengandung zat kimia berbahaya. Sampai hati mereka itu meracuni masyarakat untuk keuntungan diri pribadinya. Alangkah tidak berperikemanusiaan pengusaha yang demikian itu. Ada oknum pejabat yang membengkakkan anggaran untuk suatu proyek demi keuntungan diri. Ini menandakan tipisnya rasa kemanusiaan oknum-oknum seperti itu. Karena itu di Indonesia ini perlu ditingkatkan pendidikan dan latihan untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan ke dalam lubuk hati nurani bangsa.

Kunjungan Wisatawan Australia ke Bali Stabil
Denpasar (Bali Post) -

Memburuknya hubungan diplomatik Indonesia-Australia ternyata tak berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan Australia ke Bali. Tingkat kunjungan turis asal Australia masih stabil dan relatif tidak terpengaruh oleh ketegangan hubungan diplomatik kedua Negara. ''Ketegangan hubungan diplomatik Indonesia-Australia sama sekali tidak memengaruhi turis asal negeri Kanguru itu untuk liburan ke Pulau Dewata," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gede Suarsa di Denpasar, Senin (2/12) kemarin. "Masyarakat Australia telah menjadikan Bali sebagai rumahnya yang kedua sehingga mereka tetap berwisata ke Bali meskipun ada larangan dari negaranya untuk berhati-hati ke Indonesia," ujar Gede Suarsa.

Pengamat pariwisata Made Sudana dalam kesempatan terpisah menilai, ketegangan hubungan diplomatik Indonesia-Australia sama sekali tidak memengaruhi turis asal negeri Kanguru itu berliburan ke Bali. "Masyarakat Australia dalam berwisata ke Bali merasa aman-aman saja. Peringatan pemerintah Australia kepada warganya yang berkunjung ke Indonesia itu wajar-wajar saja karena pemerintahan mana pun akan mengeluarkan peringatan serupa jika bermasalah dengan negara lain," ujarnya.

Ia menambahkan, kunjungan wisatawan Australia ke Bali sebanyak 668.898 orang selama sepuluh bulan periode Januari sampai Oktober 2013, menurun 16,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 799.897 orang. Australia menempati urutan teratas dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Bali yang memberikan andil 25,03 persen dari total turis ke Bali sebanyak 2,67 juta orang selama sepuluh bulan pertama 2013, ujarnya
Polda Bali Antisipasi Aksi Tolak WTO
Denpasar (Bali Post) -

Polda Bali tengah melakukan antisipasi pengamanan terkait kemungkinan kegiatan tandingan yang menolak Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Nusa Dua, Bali, 3 - 6 Desember 2013. Demikian informasi yang Bali Post peroleh, Minggu (1/12) kemarin. ''Kegiatan yang ingin menggagalkan WTO juga ada,'' kata Kepala Biro Operasi Polda Bali Kombes I Gede Alit Widana usai memimpin gelar pasukan pengamanan WTO di Nusa Dua, kemarin.

Menurutnya, sejumlah elemen masyarakat yang merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM), baik nasional maupun internasional, itu telah mengantongi izin untuk menggelar forum diskusi yang menentang WTO. Forum diskusi itu akan digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar yang rencananya dihadiri sekitar 800 orang. Namun, izin untuk diskusi itu hanya untuk wilayah hukum Kota Denpasar, sehingga dipastikan tidak akan bisa memasuki kawasan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Nusa Dua, lokasi tempat pertemuan WTO. ''Mereka tidak diperbolehkan masuk ke Nusa Dua karena dikhawatirkan ada benturan,'' ucapnya.

Pihaknya mewanti-wanti petugas pengamanan untuk memahami situasi dan kondisi saat berlangsung konferensi dunia yang dihadiri sekitar 10 ribu delegasi dari 167 negara di dunia itu. ''Saya minta, pahami situasinya karena gerakan lawan tidak mungkin diberikan identitas khusus WTO. Mereka bisa saja masuk ke Nusa Dua satu per satu, tidak rombongan,'' ujarnya di hadapan ribuan personel.

Alit Widana berjanji akan berupaya maksimal untuk mengamankan pertemuan tingkat menteri perdagangan ke-9 itu untuk mengantisipasi gangguan keamanan. ''Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengamankan WTO, sehingga bisa berjalan aman dan lancar,'' kata mantan Kapolresta Denpasar itu. Mabes Polri sendiri akan membantu Polda Bali untuk pengamanan WTO, termasuk tiga kepolisian di antaranya Polda Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. (kmb)
02 Desember 2013 | BP
Mulai Tahun Depan
Kurikulum 2013 Dibiayai Tiga Sumber
Denpasar (Bali Post) -

Pembiayaan pelaksanaan Kurikulum 2013, mulai semester pertama Juli 2014 tahun depan akan didanai melalui tiga sumber. Ketiga sumber pendanaan itu yakni Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pusat, bantuan operasional sekolah (BOS) dan dana alokasi khusus (DAK). Nantinya, pos-pos anggaran tersebut akan difokuskan untuk penggandaan buku dan pelatihan guru. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan hal itu, belum lama ini.

Menurut Musliar Kasim, Kemendikdub secepatnya mengeluarkan surat edaran terkait pembiayaan Kurikulum 2013. Ke depan, pelaksanaan pembiayaan Kurikulum 2013 dirancang tidak hanya bersumber dari DIPA pusat seperti yang ada saat ini. ''Semester satu tahun depan, bulan Juli digunakan dana BOS. Sementara dana DAK digunakan untuk semester dua, mulai Januari,'' ujarnya.

Untuk penggandaan buku, katanya, akan menggunakan dana BOS dan sebagian lagi dari DAK. Dana BOS SD dan SMP dirancang Rp 580 ribu dan Rp 710 ribu per tahun per siswa, sementara BOS SMA mencapai Rp 1 juta. ''Kami transfer lebih kurang Rp 800 miliar untuk beli buku khusus untuk SD dan SMP,'' katanya.

Musliar Kasim menambahkan, pembiayaan kegiatan pelatihan guru sebagian besar akan menggunakan dana dari DIPA pusat. Kendati begitu, dia tetap berharap pemerintah daerah juga ikut berpartisipasi dalam pembiayaan kegiatan tersebut. Sebagai contoh, di Provinsi Jawa Timur biaya pelatihan guru 50 persen ditanggung pemerintah pusat, 30 persen pemerintah provinvsi dan 20 persen ditanggung pemerintah kabupaten atau kota. ''Partisipasi daerah ini tentu saja sangat diharapkan. Banyak daerah tahun ini melaksanakan sendiri tanpa diminta. Tetapi, dalam edaran ini betul-betul kami arahkan bahwa buku diadakan melalui tiga sumber tadi,'' tegasnya.

Menurut Musliar Kasim, saat ini sejumlah kabupaten/kota sudah menerapkan Kurikulum 2013 secara mandiri dari segi biaya pelatihan guru maupun pengadaan buku. ''Setidaknya ada hampir 800 sekolah menerapkan Kurikulum 2013 secara mandiri,'' ujarnya. (kmb13)